Bedahplastikmalang’s Blog

November 27, 2008

PENANGANAN PERTAMA PADA LUKA BAKAR

Penanganan pertama pada luka bakar sampai saat ini masih menjadi hal yang rancu di masyarakat kita. Ada anggapan kuat di masyarakat bahwa luka bakar bisa ditangani hanya dengan pemberian bahan seperti mentega, kecap, pasta gigi dan lain-lain. Bahkan banyak yang mengatakan luka bakar dini jangan sampai terkena air karena akan melepuh.

Perawatan luka bakar di rumah sakit masih menjadi masalah karena perawatan yang lama, obat yang mahal, prosedur operasi yang berulang dan masa rehabilitasi yang berkepanjangan. Ini menyebabkan perawatan luka bakar membutuhkan biaya yang amat banyak. Dibutuhkan setiap usaha untuk menurunkan derajat keparahan luka bakar sehingga mempercepat penyembuhan, termasuk usaha penanganan pertama luka bakar secara tepat, cepat dan cermat.

Sebelum membicarakan penanganan pertama pada luka bakar, sebaiknya kita mengenal lebih dalam tentang luka bakar itu sendiri. Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam.

Derajat keparahan luka bakar tergantung dari seberapa dalam dan seberapa luas luka bakar mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam, serta lokasinya. Luka bakar dikategorikan berbahaya apabila lokasinya di wajah, leher, jalan napas, tangan, kaki dan kemaluan. Demikian pula apabila mengenai permukaan tubuh secara luas, luka bakar yang dalam atau terjadi bersamaan dengan perlukaan lain.

Luas luka bakar dihitung berdasarkan kriteria “Rule of Wallace” dengan penyederhanaan 1% luka bakar = 1 telapak tangan penderita.

Kedalaman luka bakar ditentukan oleh lamanya kontak dengan sumber panas dan penyebabnya. Dikategorikan menjadi luka bakar derajat satu, dua dan tiga.


Luka bakar derajat satu adalah yang paling ringan karena hanya mengenai lapisan epidermis. Ditandai warna kemerahan atau perubahan warna, bengkak ringan dan nyeri. Penyebab tersering adalah terbakar matahari. Penyembuhan terjadi dengan sendirinya tanpa pengobatan, membutuhkan waktu 5-10 hari.

Luka bakar derajat dua lebih parah, merupakan luka yang lebih dalam dari derajat satu, mengenai lapisan epidermis ditambah sebagian lapisan dermis. Ditandai warna merah, keputihan, pembengkakan dan terdapat gelembung berisi cairan. Luka bakar jenis ini dapat disertai hilangnya cairan akibat lokal adanya kerusakan kulit maupun gangguan keseimbangan cairan seluruh tubuh, biasanya paling nyeri karena ujung saraf yang masih utuh menjadi terbuka.

Penyebab luka bakar derajat dua tersering adalah air panas dan api. Luka bakar karena bahan kimia juga bisa memberi gambaran derajat dua atau bahkan lebih dalam tergantung lama kontak dengan kulit.

Luka yang kecil dijaga kebersihannya, dibersihkan dengan obat antiseptik. Jika terjadi infeksi, akan memperlama proses penyembuhan lukanya. Penyembuhan luka dengan perawatan yang tepat akan terjadi dengan sendirinya. Meskipun demikian luka yang lebih dalam akan membutuhkan tindakan operasi seperti cangkok kulit.

Luka bakar derajat tiga merupakan yang paling dalam. Tampak putih, pucat sampai kehitaman, kering, mengenai seluruh ketebalan kulit bahkan sampai jaringan yang lebih dalam seperti terjadi pada luka bakar listrik. Luka sudah mengenai semua organ di kulit, misalnya akar rambut, kelenjar lemak kulit, dan kelenjar keringat juga mengalami kerusakan. Kebanyakan luka ini tidak nyeri karena ujung saraf sudah rusak. Sering kali disebabkan api, minyak panas, bahan kimia dan listrik.

Luka ini akan lama sembuh karena lapisan kulit di daerah tersebut sudah rusak semua. Jika sembuh pun menimbulkan jaringan parut yang kaku. Bekas luka ini kaku, maka bila mengenai kulit pada daerah yang bergerak, misalnya sendi, leher, dan wajah, akan sangat mengganggu sekali. Penanganannya dengan cangkok kulit. Kulit yang sehat diambil dan ditanam di daerah tersebut. Kalau sudah seperti ini, dibutuhkan pertolongan dokter bedah plastik.


Penanganan pertama pada luka bakar secara umum adalah :

1. menjauhkan korban dari sumber panas, bisa berupa api, pakaian terbakar atau basah terkena air panas, listrik, bahan kimia dll. Jadi baju korban segera dilepas karena pakaian korban sudah menjadi sumber panas juga. Api yang masih membara pada tubuh atau pakaian korban dimatikan dengan handuk atau karung basah.

2. segera guyur dengan air mengalir untuk mengurangi panas dan mencegah kerusakan jaringan yang lebih luas. Tidak perlu air es karena bisa meningkatkan kemungkinan shock akibat penurunan temperatur. Harus dimulai tidak melewati 30 menit setelah trauma

3. luka bakar akibat bahan kimia membutuhkan netralisasi dengan air mengalir selama 15 – 30 menit. Baju yang terkena segera dibuka agar mencegah kontak lebih lanjut bahan kimia dengan kulit.

4. menyiram air pada korban luka bakar listrik yang masih menempel pada arus listrik dapat membahayakan karena dapat mengalirkan listrik ke orang sekitar. Setelah korban dijauhkan dari sumber listrik, baru luka bakar diguyur air mengalir.

5. luka bakar luas (> 10% luas permukaan tubuh derajat dua atau >1% derajat tiga) harus segera dibawa ke rumah sakit rujukan.

6. luka bakar mengenai wajah, leher, jalan napas, tangan, kaki dan kemaluan harus segera dibawa ke rumah sakit rujukan.

7. luka bakar kecil (< 10% luas permukaan tubuh derajat dua atau <1% derajat tiga), mengenai anggota tubuh selain di atas, bisa ditangani di rumah sakit/ klinik terdekat.

8. luka bakar mengenai daerah persendian, dalam perawatannya harus terpasang splint/ bidai dalam posisi lurus untuk mencegah kontraktur/ penyembuhan luka dengan keterbatasan gerakan sendi.

Advertisement

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.