Bedahplastikmalang’s Blog

December 3, 2008

KEDARURATAN BEDAH PADA ANAK DAN PENANGANANNYA

funny-baby

Anak akan melewatkan sebagian besar waktunya dengan bermain. Bermain merupakan media bagi anak untuk belajar dan memperluas wawasannya. Kita sebagai orang tua wajib mengarahkan anak kita sehingga permainannya menjadi arena yang aman buat anak. Disinilah peran pengetahuan dalam kedaruratan bedah dan medik pada anak menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui orang tua dan guru agar dapat melakukan tindakan yang cepat secara cermat pada saat yang tepat.

Berikut akan diterangkan secara singkat keadaan yang bisa terjadi beserta cara penanganannya.

Luka

Luka Lecet

Gejala

1. Terjadi kerusakan pada permukaan kulit.

2. Luka biasanya disertai perdarahan.

Pertolongan

1. Bagian yang luka dibersihkan dari benda-benda asing/ kotoran seperti kerikil dan tanah. Cuci luka dengan air bersih yang mengalir atau air yang masak dan gunakan sabun. Kotoran yang tertinggal akan menimbulkan tatoase.

2. Setelah dicuci bersih, luka dikeringkan dengan handuk atau kain bersih, kemudian olesi dengan antiseptik.

3. Luka lecet/gores ini tidak perlu dibalut dan akan segera sembuh.

Luka Teriris Pisau

Perdarahan akibat luka iris akan berhenti jika Anda menekannya selama beberapa menit dengan kain bersih. Darah yang berwarna merah terang dan memancar keluar berasal dari pembuluh darah nadi. Tekanlah luka itu kuat-kuat dan balutlah daerah di anggota badan tersebut.

Gejala

1. Tampak luka iris dangkal atau dalam

2. Terjadi perdarahan.

Pertolongan

1. Bersihkan luka dengan sabun di air mengalir (keran)

2. Beri larutan antiseptik

3. Luka ringan cukup ditutup dengan plester.

4. Luka tersayat yang dalam dapat diperban.

5. Luka iris lebar dan dalam perlu dijahit. Untuk menjahit luka seperti ini dibutuhkan bantuan dokter di Rumah Sakit.

Luka Memar

Luka memar adalah perdarahan di dalam kulit, tetapi biasanya tanpa ada kerusakan dalam kulit. Luka ini tidak serius dan akan sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian, jika terjadi di bagian kepala dan mata, luka memar akan menyebabkan cedera kepala berat atau kerusakan bola mata.

Gejala

1. Bengkak merata

2. Kulit berubah warna menjadi kebiruan

3. Terasa sakit atau nyeri.

Pertolongan

1. Kompres dengan kompres panas di bagian yang memar.

2. Berikan obat penghilang rasa sakit atau nyeri

3. Jika semakin membengkak, bawa ke dokter.

my baby

Jatuh dari Sepeda

Jatuh dari sepeda dapat menyebabkan perdarahan , cedera pada leher dan tenggorok , cedera kepala, memar, terkilir, patah tulang dan perubahan engsel tulang (dislokasi sendi).

1. Cedera pada leher dan tenggorok

1.Leher dan tenggorok memar dan membengkak.

2.Keluar darah dari mulut dan hidung.

3.Darah berwarna merah segar dan berbusa.

Pertolongan

1. Biarkan penderita beristirahat ditempatnya .Jangan mengubah posisinya sebelum bantuan datang.

2. Jika penderita hendak batuk , beri pengertian agar tidak menarik napas panjang.

3. Kompres dengan es dibagian leher atau tenggorokan secara perlahan-lahan untuk mengurangi rasa panas dan perdarahan.

4. Beri obat penahan rasa sakit .

5. Biarkan anak istirahat dan beri minum air secukupnya.

6. Suruh orang untuk memanggil dokter atau ambulans.

2. Cedera Kepala

Cedera kepala terbagi menjadi dua bagian ,yakni trauma ringan dan trauma berat. Dianggap trauma (cedera) ringan jika setelah terjadi benturan tidak terjadi gejala mata miring ,muntah,atau kejang.Namun ,jika gejala tersebut terjadi langsung atau baru timbul 24-48 jam kemudian ,krisis harus segera ditangani.

Gejala

1. Pada gejala ringan biasanya hanya terjadi tanda memar .

2. Pada cedera berat terjadi perdarahan yang biasanya keluar dari mulut,hidung ,dan telinga,disertai muntah-muntah dan posisi bola mata berubah arah.

Pertolongan

1. Berusaha untuk menghentikan setiap perdarahan ditempat yang terbentur dengan kain yang bersih .

2. Jika cedera serius yng ditandai dengan luka sobek atau memar berat ,usahakan tidak menggerakkan kepala anak.Jika darah membasahi kain , jangan mengangkat kain itu .Tempatkan kain lain diatas kain tersebut

3. Jika luka dikepala tidak dalam, segera bersihkan luka itu dengan sabun dan air hangat kemudian keringkan dan obati dengan cairan antiseptik.

Cedera Kepala Berat

1. Jika terjadi gejala muntah dan perdarahan pada kepala dan leher ,tubuh anak dimiringkan (menghadap kesamping)agar tidak tersedak. Jika dicurigai terjadi cedera pada leher dan punggung , biarkan anak dalam posisi miring .Minta bantuan seseorang untuk memanggil bantuan medis.

2. Jika tidak terjadi kerusakan pada tulang leher dan kepala,tetapi hanya terjadi pembengkakan,biarkan anak terlentang,lakukan pengompresan dengan air dingin ditempat yang nyeri .Jika anak dapat minum obat ,berikan cairan atau tablet pereda rasa nyeri.

3. Jika gejala awal tampak ringan ,amati terus kondisi anak sampai 48 jam.Dimalam hari,anak tidak memberikan respon terhadap pertanyaan/perintah sederhana atau jika terus muntah ,segera hubungi dokter.

3. Keseleo, Patah tulang, Sendi bergeser (Dislokasi)

Patah tulang ,keseleo,dan dislokasi sendi terjadi akibat benturan keras, misalnya ketika anak jatuh dari sepeda. Patah tulang adalah merenggangnya jaringan ikat tulang . Keseleo adalah merenggangnya jaringan otot. Dislokasi adalah terjadinya pergeseran engsel atau tempurung tulang. Pada orang dewasa, terjadinya patah tulang dan pergeseran engsel biasanya lebih sulit sembuh. Sebaliknya, karena masih memiliki banyak zat perekat, terjadinya hal seperti ini pada anak-anak akan cepat sembuh.

Gejala

1. Rasa nyeri, bengkak

2. Kram dan kaku pada bagian yang sakit

3. Gerak sendi terbatas

4. Memar atau lebam

Pertolongan

1. Biarkan anak pada posisi beristirahat

2. Pasang bidai dengan posisi ektremitas lurus.

3. Angkat posisi cedera sampai lebih tinggi dari pada posisi jantung. Ini berguna untuk memperlambat aliran darah.

4. Berikan kompres dingin

5. Beri obat penghilang rasa nyeri

6. Bawa ke rumah sakit terdekat

Luka bakar

Luka bakar dapat disebabkan oleh panas, arus listrik atau bahan kimia yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan-jaringan yang lebih dalam.

Pencegahan : kampanyekan pentingnya kewaspadaan orang tua dalam peletakan benda berbahaya seperti air panas, kompor, bahan kimia, korek api.

Klasifikasi luka bakar :

  1. Luka bakar derajat 1
    1. Kemerahan
    2. Terasa sangat sakit.
    3. Biasanya disebabkan terbakar matahari
  2. Luka bakar derajat 2
    1. Kulit basah, melepuh terkelupas
    2. Bengkak
    3. Terasa sakit sekali
    4. Biasanya disebabkan tersiram air panas
  3. Luka bakar derajat 3
    1. Kulit kering, berwarna putih, hangus atau hitam.
    2. Tidak terasa sakit.
    3. Biasanya disebabkan terbakar api, bahan kimia atau tersetrum listrik.

Pertolongan

  1. Jika anak terkena luka bakar, segera pisahkan dari sumber kebakaran dan buka pakaiannya yang ikut terbakar.
  2. Siram bagian yang terbakar dengan air dingin. Siram dengan air keran selama 15 menit, tidak perlu air es. Bila tersiram bahan kimia, siram selama 30 menit
  3. Jangan mengolesi bagian luka dengan berbagai krim, kecap, pasta gigi atau ramuan lain.
  4. Tutup luka bakar dengan pembalut yang bersih.
  5. Luka bakar derajat 2 dan 3, luka bakar pada muka, sendi atau alat kelamin atau mengalami gangguan sesak napas akibat kebakaran segera bawa ke Rumah Sakit.

Benturan

Periksakanlah segera anak ke rumah sakit jika:

  1. Ada tanda hilangnya kesadaran atau kekejangan;
  2. Bagian yang terluka sangat sakit
  3. Anak itu tidak menggunakan anggota tubuhnya dengan benar;
  4. Anak itu semakin lama semakin ngantuk atau kurang memberi tanggapan;
  5. Wajahnya pucat dan berkeringat;
  6. Muntah berulang kali terutama sesudah benturan di kepala;
  7. Keluarnya cairan dari hidung atau telinga setelah benturan di kepala.


Obstruksi jalan napas oleh benda asing

Pengeluaran benda asing secara manual

Pengeluaran benda asing dengan jari dengan tanpa melihat langsung (blind finger sweep) tidak dianjurkan pada anak dan bayi karena dapat mendorong benda asing masuk kembali ke jalan napas, dengan menyebabkan obstruksi kembali. Bila jalan napas dibuka pada korban yang tidak sadar dan tidak bernapas gunakan cara tongue-jaw lift.

  • Pegang lidah dan rahang bawah diantara ibu jari dan jari lain.Tindakan ini menarik lidah ke depan dan secara otomatis membebaskan sebagian obstruksi.
  • Jika tampak benda asing, keluarkan.

Anak : Manuver Heimlich

Lakukan langkah-langkah berikut untuk membebaskan obstruksi jalan napas total pada korban yang sadar :

  1. Berdiri dibelakang korban,lingkarkan lengan dibawah ketika korban melingkari tubuh korban.
  2. Letakkan tangan yang menggenggam,dengan sisi ibu jari menempel di perut pada garis tengah sedikit diatas pusar dan dibawah prosesus xiphoideus.
  3. Dibantu dengan tangan lainnya,berikan beberapa dorongan keatas dengan cepat (gambar12).Jangan menekan prosesus xiphoideus atau batas bawah iga karena tekanan keras pada struktur ini dapat melukai organ dalam.
  4. Setiap dorongan adalah gerakan yang tegas dan terpisah yang bertujuan untuk membebaskan sumbatan. Teruskan abdominal thrust hingga benda asing keluar atau pasien kehilangan kesadaran.
  5. Jika korban kehilangan kesadaran, buka jalan napas dengan tongue-jaw lift dan jika tampak benda asing, keluarkan dengan jari tangan .

Abdominal thrust untuk pasien tidak sadar atau menjadi tidak sadar

Penolong harus melakukan langkah-langkah berikut :

  1. Letakkan pasien dalam posisi terlentang.
  2. Jika anda melihat hilangnya kesadaran dan dicurigai adanya obstruksi jalan napas karena benda asing, buka jalan napas dengan tongue-jaw lift dan jika terlihat benda asing, keluarkanlah dengan jari.
  3. Berikan napas buatan . Jika tidak berhasil, perbaiki posisi kepala dan coba lagi beri napas buatan. Jika ventilasi tetap berhasil , lakukan langkah ke-4 sampai 8.
  4. Berlutut disamping pasien atau duduk mengangkangi pasien
  5. Letakkan tumit salah satu tangan pada perut anak digaris tengah sedikit diatas pusar dan dibawah prosesus xiphoidesus dan batas iga. Letakkan tangan lainnya diatas tangan pertama.
  6. Tekan kedua tangan keperut dengan cepat ke arah atas.Setiap dorongan diarahkan keatas pada garis tengah dan diarahkan kebagian lain dari perut. Setiap dorongan merupakan gerakan yang tegas dan tersendiri.
  7. Buka jalan napas dengan mencengkram lidah dan rahang bawah dan angkat rahang bawah (tongue-jaw lift).Jika anda melihat benda asing,keluarkanlah dengan jari.

abdominal thrust

Gigitan Binatang

1 Gigitan anjing dan kucing

Gigitan anjing atau kucing dapat meninggalkan luka berlubang dan infeksi rabies atau penyakit anjing gila .

Pertolongan

1. Cuci dengan sabun dibawah aliran air keran selama 3-5 menit, kemudian keringkan . Basuh dan bersihkan luka perlahan-lahan sampai bersih dari racun dan darah.

2. Jika darah yang keluar berlebihan atau sangat banyak ,tekan bagian luka dengan kain kering yang bersih sampai perdarahan berhenti.

3. Tutup luka dengan pembalut.

4. Pantau luka selama 48 jam .Jika terjadi pembekakan atau rasa sakit,segera hubungi dokter.

2 Gigitan Tikus dan Kelelawar

Gigitan tikus dan kelelawar dapat membawa rabies dan demam yang disebut demam kelelawar.

Gejala

1. Perdarahan .

2. Luka bekas taring atau gigi.

3. Pembekakan.

Pertolongan

1. Tenangkan anak.

2. Keluarkan darah bekas gigitan dengan cara memencet atau menekannya.

3. Basuh atau bersihkan dengan menggunakan air sabun sampai bersih.

4. Beri larutan antiseptik .

5. Pantau selama 24 jam . Jika terjadi demam atau pembengkakan atau perdarahan terus-menerus segera bawa kedokter

3 Gigitan Ular

Ular adalah salah satu binatang melata yang berbisa dan paling suka memangut pada senja hari. Gigitan ular ada yang tidak berbahaya,ada juga yang mematikan ,seperti ular beludak atau ular welang yang dalam tempo singkat dapat membunuh anak balita jika bisanya mencapai jantung. Digigit ular dapat terjadi pada saat piknik atau dirumah yang memiliki kebun.

Gejala

1. Jika ular tak berbisa , tidak meninggalkan bekas taring. Sebaiknya ular berbisa meninggalkan bekas taring .

2. Gejala gigitan ular biasanya terlambat diketahui . Sebab biasanya tidak terlalu sakit dan menimbulkan pembengkakan

Pertolongan

1. Baringkan penderita .

2. Bebat atau ikat diatas bagian luka agar darah yang tercemar racun tidak menjalar kejantung .

3. Lakukan penyayatan pada luka, isap (sedot) dan buang darah bekas gigitan ular.

4. Jika gigitan sudah terlalu lama misalnya lebih dari setengah jam, tidak perlu dilakukan pengisapan .

5. Sebaiknya penderita langsung dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang lebih menyeluruh dengan cara diusung atau digotong.


Artikel ditulis oleh :

Ruby Riana Asparini, dr., SpBP

Staf Bedah Fakultas Ilmu Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Malang

Praktek :

  • · RSI Aisyiyah Jl. Sulawesi No 9 Malang. Telp. 0341-326773
  • · RS Mutiara Bunda Jl. Ciujung 14 Malang. Telp. 0341-400403
  • · RS Lawang Medika. Telp. 0341-426705

The Rubric Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.